Penyesuaian Main Jet dan Pilot Jet Karburator

Penyesuaian main jet dan pilot jet karburator adalah pekerjaan lanjutan pada proses riset sepeda motor, seperti pada penjelasan tentang proses kerja dan posisi pemasangan karburator dengan intake manifold dan inlet port diatas (diameter atau besarnya karburator telah dipilih sebelumnya),  sebelum melakukan riset pada bagian karburator perlu beberapa faktor yang menjadi pertimbangan, yaitu:
  • Design engine yang digunakan
  • Temperatur udara dan kondisi sirkuit saat sepeda motor digunakan
  • Teknik dan kepekaan pembalap
Setelah pekerjaan modifikasi pada saluran-saluran karburator, intake manifold dan inlet port kepala silinder selesai dikerjakan, pada bagian karburator lain yang dikerjakan adalah penyesuaian main jet dan pilot jetnya, ukuran main dan pilot jet (tabel. 5.1. Ukuran main jet dan pilot jet beberapa jenis sepeda motor) , serta penyetelan udara pada air screw . Perubahan main jet, pilot jet dan penyetelan sir screw disesuaikan dengan faktor tersebut diatas. Efek yang timbul dari perubahan main jet dan pilot jet yang salah, kemungkinan adalah 
  • Main jet terlalu besar menyebabkan bahan bakar terlalu gemuk, putaran engine seperti kondisi dalam keadaan chooke bekerja, efeknya pada busi terlalu basah, saat throttle vave dibuka pada medium dan high speed keadaan tersebut tidak terjadi
  • Main jet terlalu kecil menyebabkan putaran atau teriakan engine pada saat throttle valve terbuka lebar akan terdengar seperti teriak atau kering, pada saat idle dan medium putaran engine tidak terlalu berpengaruh. Busi akan meleleh terbakar dan bisa juga embakar permukaan (dome) piston, temperatur engine akan berlebihan (terjadi over heating)
  • Begitu juga dengan penggantian pilot jet, namun pengaruhnya tdak menimbulkan kerusakan pada engine, hanya saat berputar idle hingga medium speed akan terasa ketidak sesuaian pilot jet yang digunakan.
Menentukan ukuran besarnya diameter venturi karburator juga bisa berpatokan perbandingan diameter venturi karburator standar atau seperti buku panduan flowbench merek Superflow SF-110/120. Perbandingannya adalah 0,85 dikallikan diameter valve yang akan digunakan , seperti contoh: jika diameter valve in adalah 32 mm. Maka venturi karburatornya 32 dikalikan 0,85 akan diperoleh diameter venturi 27 mm. Apabila diameter yang dieroleh tidak sama dengan diameter karburator yang ada, cara yang paling tepat adalah mencari diameter venturi karburator yang mendekati, yaitu diameter 28 mm (seperti Keihin PWK 28 misalnya). Jika tidak mengerti perhitungan secara matematis dalam menentukan diameter output atau venturi karburator, sebaiknya disesuaikan dengan spesifikasi standar karburator, bisa ditemukan dalam bungkus karburator yang baru atau tanyakan pada tempat penjual karburator mengenai spesifikasi kecocokan diameter dengan kebutuhan engine yang diriset.

Grafik Hubungan Diameter Output Karburator dan Power Output

Seperti gambar 5.14, grafik hubungan antara diameter output karburator dengan power output engine yang dihasilkan. Dengan melihat grafik ini, periset bisa menentukan diameter output karburator yang sesuai dengan prediksi power output engine yang akan ditargetkan. Setelah terpasang sesuai dengan diameter karburator yang sesuai, periset perlu melakukan pengujian dengan menghidupkan engine,  sebelum melakukan penggantian main jet.


Langkah penyesuaian main jet yang dilakukan kemudian adalah:

  • Pilih dan gunakan ukuran main jet maksimum,  sesuai dengan diameter output karburator), setelah itu test dengan menghidupkan engine pada putaran engine (rpm) maksimum beberapa saat, apakah tenaga sepeda motor sesuai dengan yang diinginkan (kecepatan tinggi)
  • Bandingkan putaran engine dengan melakukan pembukaan spontan pada throttle valve dengan kecepatan konstan (antara 40-50 km/jam) dengan main jet yang berbeda-beda
  • Periksa muffler (knalpot) dan plug (busi)

Grafik Hubungan Main Jet dan Aliran Fuel



Setelah langkah penyesuaian selesai dilakukan, kemudian lakukan dengan test jalan menyesuaikan ketepatan main jet dengan sirkuit yang akan digunakan, yaitu: pada kecepatan tinggi konstan, kecepetan rendah dengan beban yang besar (start), dan spontanitas perubahan kecepatan (saat tikungan atau perubahan rasio transmisi dan penggunaan transmisi sebagai engine break). Gambar 5.15 adalah grafik perbandingan aliran bahan bakar pada main jet yang berbeda ukuran.

Untuk produksi Mikuni, main jet terdiri dari tiga (3) model, yaitu: model A, B dan C. Untuk model A dan B, ukuran main jet mulai dari ukuran No.50, 55, 60 hingga No. 95 (kelipatan 5) dan ukuran main jet mulai dari No.100, 110, 120 hingga No. 500 (kelipatan 10). Kemudian untuk model C, ukuran main jet mulai dari No. 50, 55, 60 hingga No. 195 (kelipatan 5) dan ukuran main jet mulai dari No. 200, 210,220 hingga No. 300 (kelipatan 10). Seperti gambar 5.16, model main jet karburator mikuni.
Model Main Jet Karburator Mikuni

0 komentar:

Poskan Komentar